Elang Bondol, Maskot Kota Jakarta terancam punah

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus), juga dikenal sebagai the red-backed sea-eagle yaitu Burung Elang Laut yang bagian belakangnya berwarna merah dan kepala sampai leher berwarna putih, merupakan sejenis burung buas atau burung pemangsa yang berukuran sedang dari famili Accipitridae. Elang Bondol ini juga sering terlihat di langit India, Pakistan, Banglades, dan asia tenggara dan juga bagian selatan new south wales, Australia, melalui daerah yang mana merupakan daerah penyebaran Elang bondol.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1989 menetapkan burung elang bondol sebagai maskot kota, bersama salak condet. Burung Elang Bandol sekarang sudah jarang terlihat karena banyaknya perdagangan dan pencurian satwa yang mengakibatkan burung elang bondol terancam punah. Karena ancaman kepunahan itu jajaran Pusat Penyelamat Satwa terdorong untuk menyelamatkan maskot kota Jakarta. Pulau Kotok dan Pulau Penjaliran Timur merupakan tempat bagi program konservasi burung elang bondol, hasil sitaan atau tangkapan pemerintah akan dilepaskan di dua pulau tersebut. Akan tetapi tidak semuanya langsung dilepaskan, karena banyak elang bondol yang cidera berat atau sayapnya patah, jadi harus disembuhkan dulu baru dilepaskan. Seorang dokter hewan yang bernama Femke den Haas dari Belanda sudah sering bolak-balik merawat beberapa elang bondol di Pulau Kotok. Menurut dokter Femke, maskot Jakarta harusnya betul-betul diselamatkan.

Sungguh ironis sekali kalo kita lihat :) , yang lebih peduli dan melestarikan satwa burung elang bondol adalah orang-orang dari negara lain, sedangkan kita malah yang mengancam kepunahan satwa elang bondol itu sendiri. Marilah mulai dari sekarang kita yang seharusnya melindungi dan mencegah satwa punah elang bondol, bukan yang mengancam kepunahannya. salam cegah satwa punah :)

May 23rd, 2008 | Leave a Comment

Jalak Bali Kritis

Jalak Bali atau nama lainnya Leucopsar rothschildi merupakan sejenis burung pengicau yang mempunyai ukuran sedang tidak terlalu besar. Jalak Bali dinamakan Leucopsar rothschildi karena yang menemukannya orang Inggris, namanya Walter Rothschild, orang pertama yang memberitahukan species ini ke dunia pengetahun sekitar tahun 1929. Jalak Bali hanya bisa ditemukan di Indonesia tepatnya di Bali, dulu pernah dinobatkan sebagai lambang fauna kota bali dan dibuatkan perundang-undangan untuk melindungi binatang satwa ini. Karena keindahannya, kicauannya, dan kecantikannya, Jalak Bali banyak diminati oleh para pemelihara burung pengicau untuk dipelihara, karena itulah Jalak Bali populasinya menjadi sedikit dan terancam punah. Kemudian Jalak Bali ditetapkan dalam bagian spesies yang beresiko tinggi mengalami kepunahan dan dimasukkan dalam daftar merah (Red List) IUCN dan juga telah didaftarkan dalam CITIES Appendix I. Memelihara satwa lindung dengan alasan untuk merawatnya adalah merupakan suatu tindak kejahatan karena tanpa disadari perbuatan itu merupakan tindakan yang mengakibatkan satwa lindung itu punah, contohnya burung Jalak Bali yang dipelihara di sangkar, dan akibatnya lama kelamaan Jalak Bali tersebut mengalami stres yang mengakibatkannya mati, karena bukan tempat sesungguhnya Jalak Bali itu hidup dan tinggal. Kita harus bisa cegah satwa ini punah, kita sebaiknya tidak memelihara satwa, karena akan mengakibatkan kepunahan satwa itu sendiri. Biarkan mereka hidup bebas di alam semesta yang merupakan tempat tinggalnya sebenarnya.

May 19th, 2008 | 1 Comment

Burung Cendrawasih

Cendrawasih adalah keturunan dari Paradisaeidae dari ordo Passeriformes, burung ini sangat indah dan cantik sekali, Eh ingat ketika waktu kecil diajak orang tua ke taman safari, melihat banyak banget jenis burung tapi yang paling aku suka adalah burung cendrawasih karena bulu-bulunya yang indah nan elok hehe :), masih ingin cendrawasih ini bisa dilihat sampe anak cucu kita?, ayo galakan cegah satwa punah :).

Cendrawasih yang paling terkenal adalah jenis Cendrawasih kuning atau “parasidaea apoda”. Ada sejarahnya kenapa burung cendrawasih kuning ini disebut parasidea apoda, sejarahnya dulu waktu spesimen cendrawasih ini akan dibawa ke Eropa melalui ekpedisi dagang, kemudian pedagang mempersiapkan burung cendrawasih ini dengan sebelumnya dibuang sayap dan kakinya untuk hiasan, tanpa sepengetahuan penjelajah, akibatnya para penjelajah menganggap ini adalah burung dari surga, ini yang mengakibatkan cendrawasih kuning besar disebut bird of paradise. Sedangkan Apoda artinya adalah tidak berkaki. Jadi Parasidaea Apoda yang artinya adalah Burung dari Surga yang tak berkaki :), sejarahnya ini saya baca di wikipedia :).

May 17th, 2008 | Leave a Comment

Powered by WordPress | Blue Weed by Blog Oh! Blog | Entries (RSS) and Comments (RSS).
Hosted by 000webhost.com