Blog Cegah Satwa Punah Mendukung Busby SEO Test [ October 13th, 2008 ] Posted in » Busby SEO World Cup

Setelah sekian lama mengikuti berbagai ajang kompetisi search engine optimization yang diadakan oleh beberapa organisasi, sekarang ini saiya telah ikut serta dalam ajang kompetisi bergengsi yang dinamakan Busby SEO World Cup. Busby SEO World Cup yang pertama atau Busby SEO Challange telah usai dan sekarang yang kedua baru dimulai pada awal oktober 2008, dengan hanya bermodal tekad dan nekad saiya mencoba keberuntungan di kontes seo dunia yang kedua ini yang dinamakan Busby SEO Test. Dan Busby SEO Test is The keyword of Second Busby SEO World Cup, dimana para kontestan lagi berjuang memperebutkan posisi terbaik result Google. Di kontes ini, saya berharap mendapatkan posisi yang bagus, good luck for me :) akhirnya ikutan busby seo test yang saiya bikin di sub-domain free articles directory dengan bermodalkan teknik seo cacat dan seo ngawur yang sering kali lemah syahwat hehehe.

Elang Bondol, Maskot Kota Jakarta terancam punah

Elang Bondol atau Brahminy Kite (Haliastur indus), juga dikenal sebagai the red-backed sea-eagle yaitu Burung Elang Laut yang bagian belakangnya berwarna merah dan kepala sampai leher berwarna putih, merupakan sejenis burung buas atau burung pemangsa yang berukuran sedang dari famili Accipitridae. Elang Bondol ini juga sering terlihat di langit India, Pakistan, Banglades, dan asia tenggara dan juga bagian selatan new south wales, Australia, melalui daerah yang mana merupakan daerah penyebaran Elang bondol.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1989 menetapkan burung elang bondol sebagai maskot kota, bersama salak condet. Burung Elang Bandol sekarang sudah jarang terlihat karena banyaknya perdagangan dan pencurian satwa yang mengakibatkan burung elang bondol terancam punah. Karena ancaman kepunahan itu jajaran Pusat Penyelamat Satwa terdorong untuk menyelamatkan maskot kota Jakarta. Pulau Kotok dan Pulau Penjaliran Timur merupakan tempat bagi program konservasi burung elang bondol, hasil sitaan atau tangkapan pemerintah akan dilepaskan di dua pulau tersebut. Akan tetapi tidak semuanya langsung dilepaskan, karena banyak elang bondol yang cidera berat atau sayapnya patah, jadi harus disembuhkan dulu baru dilepaskan. Seorang dokter hewan yang bernama Femke den Haas dari Belanda sudah sering bolak-balik merawat beberapa elang bondol di Pulau Kotok. Menurut dokter Femke, maskot Jakarta harusnya betul-betul diselamatkan.

Sungguh ironis sekali kalo kita lihat :) , yang lebih peduli dan melestarikan satwa burung elang bondol adalah orang-orang dari negara lain, sedangkan kita malah yang mengancam kepunahan satwa elang bondol itu sendiri. Marilah mulai dari sekarang kita yang seharusnya melindungi dan mencegah satwa punah elang bondol, bukan yang mengancam kepunahannya. salam cegah satwa punah :)

May 23rd, 2008 | Leave a Comment

Powered by WordPress | Blue Weed by Blog Oh! Blog | Entries (RSS) and Comments (RSS).
Hosted by 000webhost.com